Keharmonisan Keluarga yang kompleks

Keharmonisan Keluarga
1.                  Pengertian
Keluarga bahagia/harmonis adalah keluarga yang mengembangkan kemampuan keluarga secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan ekonomi.(BP4, 2005:50). Dengan itu akan terciptanya rumah tangga yang diliputi oleh suasana damai, aman, nyaman, tertib, penuh pengertian, saling mengasihi dan tolong menolong di antara anggota keluarganya.

Keluarga menurut pengertian yang umum adalah satuan kekerabatan yang sangat mendasar  di masyarakat yang terdiri atas: Ibu, Bapak, Anak (Anton M. Meoliono, 1989:413) Sedangkan Hasan ayub menjelaskan bahwa keluarga ialah suatu kumpulan manusia dalam kelompok kecil yang terdiri atas Suami, Istri, dan anak-anak (Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, 2003:213)

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan organisasi terkecil dari suatu masyarakat, masyarakat terus berkembang, baik secara horisontal maupun vertikal menjadi satu dan bangsa.

Keluarga adalah lembaga pendidikan yang bersifad kodrati, karena antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai terdidik terdapat hubungan darah (Fuad Ihsan, 2003:17) karena itu kewenanganyapun bersifad kodrati pula. Sifad yang demikian membawa hubungan antara pendidik dan terdidik  menjadi sangat erat.

Pendidikan orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang  terhadap anak-anak dan yang di terimanya dari kodrad. Orang tua adalah pendidik sejati, pendidik karena kodratnya, sebagaimana seorang ayah misalnya ia sebagai kepala keluarga wajib bertanggung jawab atas kesejahtraan anak dan istrinya.(Masjfuk Zuhdi, 1994:60) 

Sebagaimana kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya, yaitu suami yang dapat memberikan nafkah berupa makanan, pakaian, tempat tinggal untuk istri dan anak-anaknya sesuai dengan kemampuanya, dia juga wajib  menjaga, membimbing, dan memimpin semua anggota keluarga serta bertanggung jawab atas keselamatan jiwa dan kesejahtraanya. 

Meskipun dalam batas-batas tertentu segala apa yang terdapat dalam lingkungan rumah tangga, tetapi peranya seorang ayah ini belumlah sempurna kalau tidak di ikutsertakan peran sertanya seorang ibu sebagai wakil ayah untuk mengurusi, mengatur dan menjaga eksistensinya agar situasi rumah tangga itu dapat berjalan dengan baik dan teratur.

 Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati pula, yang berarti pendidik atau orang tua mengutamakan kepentingan dan kebutuhan anak-anak dengan mengesampingkan keinginan dan kesenangan sendiri. Dalam hal ini hendaknya kita harus ingat pula bahwa pendidikan berdasarkan kasih sayang saja kadang-kadang mendatangkan bahaya. Kasih sayang harus di lengkapi dengan pandangan yang sehat tentang sikap kita terhadap anak.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa keharmonisan keluarga adalah keselarasaan antara kebutuhan jasmani dan rohani, dimana keluarga tersebut secara rohaniyah diliputi oleh perasaan bahagiya, senang, tentram, juga secara jasmaniyah keadaanya aman, sentosa, dan mekmur. Dengan demikian kebahagiyaan adalah kesejahtraan secara seimbang dimana didalamnya terdapat sakinah, mawaddah dan rohmah, sebagaimana dalam firman Allah SWT. dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang berbunyi:

ومن ا يا ته ان خلق لكم من انفسكم ازواجا لتسكنوا اليها و جعل بينكم مودة ور حمة"ان في ذلكلا يا ت لا اقوم يتفكرون (ا الرؤم : 21)
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadika-Nya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhya pada yang demikian itu bener-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.(Departemen Agama RI,1989:644)

0 Response to "Keharmonisan Keluarga yang kompleks"

Post a Comment