`Hubungan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi anak di bidang Akhlak

                 Sehubungan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi anak  di bidang Akhlak, tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis, maka kita sudah mengerti dengan jelas bahwa yang berperan pokok didalamnya adalah suami dan istri, maka status mereka akan menjadi ayah dan ibu sebagai orang tua dari anak-anaknya, sehingga bentuk dan warna keluarga sedikit banyak akan sangat di tentukan oleh keduanya, termasuk disini adalah anak-anak sebagai isi keluarga, sebab ini merupakan karunia Allah yang menjadi tanggung jawab bersama. 

             Sebagaimana seorang ayah misalnya ia sebagai kepala keluarga wajib bertanggung jawab atas kesejahtraan anak dan istrinya.(Masjfuk Zuhdi, 1994:60) sebagaimana kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya, yaitu suami yang dapat memberikan nafkah berupa makanan, pakaian, tempat tinggal untuk istri dan anak-anaknya sesuai dengan kemampuanya. dia juga wajib  menjaga, membimbing, dan memimpin semua anggota keluarga serta bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahtraanya. 
            Meskipun dalam batas-batas tertentu segala apa yang terdapat dalam lingkungan rumah tangga, tetapi peranya seorang ayah ini belumlah sempurna kalau tidak di ikutsertakan peran sertanya seorang ibu sebagai wakil ayah untuk mengurusi, mengatur dan menjaga eksistensinya agar situasi rumah tangga itu dapat berjalan dengan baik dan teratur.  

                Kalau kita meninjau hubungan atau pengaruh kehidupan keluarga sejahtra, maka bahasan itu meliputi keharmonisan, keserasian, adanya suasana tenang dan damai. Namun unsur yang sangat penting diantaranya adalah adanya tanggung jawab bersama dalam memperhatikan anak. Dengan demikian berarti segala kebutuhan dan keperluan yang seharusnya dimiliki oleh anak itu dapat terwujud.

                Merealisasikan tanggung jawab ayah dan ibu dalam mendidik anak adalah suatu faktor yang utama dalam membentuk anak agar menjadi anggota keluarga yang baik dan menjadi warga negara yang tahu akan hak dan kewajibannya.

Pendidikan bidang studi Akidah Akhlak yang di selengarakan di sekolah-sekolah khususnya sekolah agama maupun sekolah umum adalah mempunyai tujuan bahwa setelah dipelajarinya bidang studi Akidah Akhlak ini, siswa tidak hanya tahu akan pentingnya orang yang berbudi pekerti baik saja, akan tetapi siswa harus dapat mencontoh dan menirukan apa dan bagaimana budi pekerti yang baik itu dan mengerti mana-mana akhlak  yang jelek, sehingga dia akan berupaya untuk menjahuinya.

Menurut Prof. Dr. Ahmad Amin memberikan definisi, bahwa yang disebut akhlak “Adatul Iradah” atau kehendak yang dibiasakan. Definisi ini terdapat dalam suatu tulisanya yang berbunyi:
عرف بعضهم ا لخلق باء نه عا د ة ا لارادة يعنى ان لارادة اذا اعتا دت شياء فعا د تها هى المسما ة با لخلق
“Sementara orang membuat definisi akhlak, bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang dibiasakan.Artinya bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu dinamakan akhlak”.(A. Mustofa, 2005:13)

Dengan demikian pendidikan Akidah Akhlak dalam keluarga memang sangat penting, sebab dengan demikian anak akan tahu adab bergaul, berbudi pekerti dan berakhlak yang mulia. Oleh sebab itu sangatlah besar artinya penanaman pendidikan akidah akhlak terhadap si anak yang masih bersifat peka dan lugu, artinya dia akan berbuat dan berbicara baik kalau pendidikan yang ditanamkan itu baik, begitu pula sebaliknya.  

0 Response to "`Hubungan antara keharmonisan keluarga dengan prestasi anak di bidang Akhlak"

Post a Comment