Fungsi Keluarga dalam kehidupan

  
Fungsi Keluarga dalam kehidupan
Keluarga adalah merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa.(Fuad Ihsan, 2003:57)

Adapun  fungsi keluarga dan orang tua adalah sebagai berikut:

    Fungsi pengaturan seksual
       Hampir semua manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, menginginkan   
       hubungan seks. Bahkan dunia hewan pun berprilaku demikian. Keinginan   
       demikian adalah alami, tidak usah di bendung dan di larang. 

       Pemenuhan kebutuhan biologis itu harus diatur melalui lembaga 
       pernikahan, supaya tidak   terjadi penyimpangan, tidak lepas 
       bebas begitu saja sehingga norma-norma adat     
       istiadat dan agama dilanggar.

       Kecendrungan cinta lawan jenis dan hubungan seksual sudah ada tertanam    
       dalam diri manusia atas kehendak Allah. Kalau tidak ada kecendrungan dan 
       keinginan untuk itu, tentu manusia tidak akan berkembang biak. 

   Fungsi Reproduksi

Biasanya sepasang suami istri tidak ada yang tidak mendambakan anak keturunan untuk meneruskan kelengkapan hidup. Anak turunan diharapkan dapat mengambil alih tugas, perjuangan dan ide-ide yang pernah tertanam di dalam jiwa suami atau istri.

Semua manusia yang normal merasa gelisah, apabila perkawinanya tidak menghasilkan turunan. Rumah tangga terasa sepi, hidup tidak bergairah, karena pada umumnya orang rela bekerja keras adalah untuk kepentingan keluarga dan anak cucunya.(M.Ali Hasan, 2000:03)

                          Fungsi pendidikan

Keluarga sebagai lingkungan tempat berlangsungya proses belajar awal bagi anak, dengan orang tua bertindak sebagai gurunya. Kegiatanya meliputi pengasuhan, pembimbingan, dan memberi teladan. Proses belajar ini bertujuan untuk mendidik guna membantu perkembangan kepribadian anak.

Fungsi pendidikan keluarga ini telah mengalami banyak perubahan. Secara informal fungsi pendidikan keluarga masih tetap penting, namun secara formal fungsi pendidikan itu telah diambil alih oleh sekolah.(Abu Ahmadi, 2004:170) 

Proses pendidikan di sekolah menjadi makin lama (dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi) dan pengaruhnya menjadi makin penting. Apabila dahulu fungsi sekolah terbatas pada pendidikan intelek, maka kecendrungan sekarang pendidikan sekolah diarahkan kepada anak sebagai pribadi. Guru dengan bantuan counsulor, school worker bersama-sama membantu anak agar berhasil mkenyesuaikan diri dalam masyarakat. 

        Fungsi keagamaan

Keluarga sebagai lingkungan untuk membina suasana keagamaan di antara angota-angatanya. Di sini orang tua berkewajiban mengenalkan, membimbing dan memberi contoh pada anak-anaknya tentang ilmu-ilmu dan prilaku keagamaan.

        Fungsi perlindungan

Keluarga sebagai sarana untuk menjaga, merawat dan melindungi anak serta anggota keluarga yang lain agar terhindar dari pengaruh buruk, baik dari dalam maupun dari luar.

        Fungsi sosial

Kuluarga sebagai sarana bagi orang tua untuk memperkenalkan norma-norma sosial kepada anak agar nantinya anak dapat berprilaku baik dan luwes dalam pergaulanya di masyarakat.

        Fungsi Rekreasi

Keluarga yang harmonis dapat menciptakan perasaan damai, tenang dan senang bagi anggota-anggotanya, sehingga dapat dijadikan tempat beristirahat dari kesibukan sehari-hari.

        Fungsi ekonomi

Keluarga sebagai sarana untuk mengkordinir berbagai aktifitas ekonomi seperti pencarian nafkah, pembinaan usaha, dan perencanaan anggaran rumah tangga, yang kesemuanya itu harus dapat dikelola dengan baik agar cukup sebagai modal untuk keberlangsungan hidup anggota keluarga dan masa depan anak.(Hamin Ilyas dan Rachmat Hidayat, 2006:14-15)

0 Response to "Fungsi Keluarga dalam kehidupan"

Post a Comment