Faktor-faktor stimulus dalam belajar

   
Yang dimaksud dengan stimulus belajar disini yaitu segala hal di luar individu yang merangsang iundividu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar.(Wasty Soemanto, 2006:113). Setimulus dalam hal ini mencakup materiil, penegasan, serta suasana lingkungan external yang harus diterima atau di pelajari oleh si pelajar. Berikut ini dakemukakan beberapa hal yang berhubungan dengan faktor-faktor stimulus belajar.

1.                  Panjangnya bahan pelajaran
Panjangnya bahan pelajaran berhubungan dengan jumlah bahan pelajaran, semakin panjang bahan pelajaran, semakin panjang pula waktu yang diperlukan oleh individu untuk mempelajarinya. Bahan yang terlalu panjang atau terlalu banyak dapat menyebabkan kesulitan individu itu tidak semata-mata karena panjangnya waktu untuk belajar, melainkan lebih berhubungan dengan faktor kelelahan serta kejemuhan si pelajar dalam menghadapi atau mengerjakan bahan yang banyak itu.

Dengan bahan yang terlalu panjang atau banyak, hal ini membutuhkan waktu yang panjang pula dalam mempelajarinya. Panjangnya waktu belajar juga dapat menimbulkan beberapa “interfrensi” atas bagian-bagian materi yang dipelajari. Interfrensi dapat diartikan sebagai gangguan kesan ingatan akibat terjadinya pertukaran reproduksi antara kesan lama dengan kesan baru. Kedua kesan itu muncul bertukaran sehingga terjadi kesalahan maksud yang tidak disadari. 

2.                  Kesulitan bahan pelajaran
Tiap-tiap bahan pelajaran mengandung tingkat kesulitan yang berbeda, tingkat kesulitan bahan pelajaran mempengaruhi kecepatan pelajar.(Abu ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004:140). Makin sulit sesuatu bahan pelajaran, makin lambatlah orang mempelajarinya. Bahan yang sulit memerlukan aktivitas belajar yang lebih intensif, sedangkan bahan yang sederhana mengurangi intensitas belajar seseorang.

3.                  Berartinya bahan pelajaran
Belajar memerlukan modal pengalaman yang diperoleh dari belajar diwaktu sebelumnya. Modal pengalaman itu dapat berupa penguasaan bahasa, pengetahuan, dan prinsip-prinsip. Modal pengalaman ini menentukan keberartian dari bahan yang dipelajari diwaktu sekarang. Bahan yang berarti adalah bahan yang dapat dikenali. Bahan yang berarti memungkinkan individu untuk belajar, karena individu dapat mengenalnya. Bahan yang tanpa arti sukar dikenal, akibatnya tak ada pengertian individu terhadap bahan itu.

4.                  Berat ringannya tugas
Mengenai berat atau ringanya suatu tugas, hal ini erat hubunganya dengan tingkat kemampuan individu. Tugas yang sama, kesukaranya berbeda bagi masing-masing individu. Hal ini disebabkan karena kapasitas intelektual serta pengalaman mereka tidak sama, boleh jadi pula, berat-ringannya suatu tugas berhubungan dengan usia individu, ini berarti bahwa kematangan individu ikut menjadi indikator atas berat atau ringanya tugas bagi individu yang bersangkutan.

Dapat dibuktikan, bahwa tugas-tugas yang terlalu ringan atau mudah adalah mengurangi tantangan belajar, sedangkan tugas-tugas yang terlalu berat atau sukar membuat individu kapok (jera) untuk belajar.

5.                  Suasana lingkungan eksternal

Suasana lingkungan external menyangkut banyak hal, anmtara lain cuaca, (suhu udara, mendung, hujan dan kelembaban), waktu (pagi, siang, sore, petang dan malam), kondisi tempat (kebersihan, letak sekolah, pengaturan fisik kelas, ketenangan dan kegaduhan), penerangan (berlampu, bersinar matahari, gelap dan remang-remang), dan lain sebagainya.(Wasty Soemanto, 2006:115). 

Faktor-faktor ini mempengaruhi sikap dan reaksi individu dalam aktifitas belajarnya, sehingga prestasi belajar siswa dapat terpengaruhi oleh keadaan tersebut.

0 Response to " Faktor-faktor stimulus dalam belajar"

Post a Comment